INDRAMAYU, Patroliunit 1. Com – Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) secara resmi menggelar aksi damai besar-besaran sebagai bentuk penolakan terhadap proyek Revitalisasi Tambak Pantura, Kamis (2/4/2026). Aksi ini diperkirakan melibatkan sekitar 3.100 massa dari empat kecamatan di wilayah pesisir.
Aksi damai dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana proyek revitalisasi tambak yang dinilai merugikan masyarakat pembudidaya, khususnya terkait alih fungsi lahan tambak Perhutani dan tanah timbul untuk budidaya ikan nila salin sistem intensif.
Aksi ini diprakarsai oleh Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) yang dipimpin Ketua H. Darsam, dengan dukungan para pembudidaya tambak dari berbagai wilayah pesisir. Pembina KOMPI, H. Johadi Muhammad, SH., juga turut memberikan dukungan atas gerakan ini.
Aksi dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Titik kumpul berada di kawasan Kuliner Cimanuk, kemudian massa bergerak menuju Pendopo Indramayu sebagai pusat aksi.
Menurut KOMPI, hasil sejumlah pertemuan dengan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Indramayu serta stakeholder terkait dinilai tidak memuaskan. Masyarakat merasa dirugikan karena lahan tambak yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka terancam diambil alih untuk proyek tersebut.
Aksi direncanakan berlangsung damai dengan penyampaian aspirasi secara terbuka di Pendopo Indramayu. Massa akan menyuarakan tuntutan utama, yakni menolak proyek revitalisasi tambak Pantura yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat lokal.
Ketua KOMPI, H. Darsam, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perjuangan masyarakat pesisir untuk mempertahankan hak atas lahan dan keberlangsungan mata pencaharian mereka.
“Kami hanya ingin didengar dan dilibatkan. Jangan sampai masyarakat kecil justru menjadi korban dari kebijakan yang tidak berpihak,” tegasnya.
Dengan jumlah massa yang besar, aparat keamanan diharapkan dapat mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif dan tertib. (Atin Supriati )




